Minggu, 22 November 2009

Gaya Hidup pria Metroseksual


Metroseksual berasal dari bahasa Yunani, metropolis artinya ibu kota plus seksual. Jadi pria Metroseksual dapat diartikan sebagai sosok pria muda yang selalu berpenampilan dandy, senang memanjakan dirinya ke salon, sangat perduli dengan penampilannya dari ujung rambut ampe ujung kaki, senang menjadi pusat perhatian (dan bahkan mereka menikmatinya loh), sangat tertarik dengan fashion dan berani menampilkan sisi femininnya. Kaum Metroseksual juga diibaratkan sebagai sosok narsistik, karena ampe jatuh cinta terhadap dirinya sendiri gitu.
Metroseksual sendiri pertama kali diusung oleh Mark Simpson penulis asal Inggris, pada tahun 1994. Istilah ini berkembang relatif lambat dari satu media ke media lainnya dari tahun 1994 sampai awal tahun 2000-an. Tapi ketika Simpson kembali menulis artikel di majalah online Salon.com mengenai pria metroseksual pada 22 Juli 2002, langsung saja fenomena ini booming di jagat raya ini hingga saat ini.
Rata-rata para pria yang menjalani gaya hidup Metroseksual ini karena tuntutan profesi mereka masing-masing, itu sih menurut saya loh. Seperti seorang aktor atau pesinetron muda yang kita tonton di tv, mereka dituntut harus selalu tampil rapih, wangi, dan manis. Untuk itu mereka tidak segan-segan untuk datang ke salon minimal 2x seminggu untuk melakukan perawatan seperti facial, lulur, creambath atau mungkin manicure dan pedicure. Contoh aktor yang Metroseksual menurut saya itu Fery salim, Nicholas saputra, Anjasmara sama Adrian maulana.
Lalu bagaimana dengan seorang pebisnis muda atau bahasa nge’trend’nya kita sebut eksekutif muda dalam menjalani gaya hidup Metroseksual??? Wah, ternyata mereka lebih parah (‘parah’ itu Cuma perumpamaan saya saja loh). Karena dari ujung tuh rambut ampe tuh ujung kaki, mereka memakai merk terkenal. Seperti dasi, biasanya Bvlgari, Boss, Alfred Dunhill, atau Versace menjadi pilihan yang dipadu dengan jas atau jaket Giorgio Armani, Ermenegildo Zegna, Hugo Boss, Cerrutti, dan Next. Untuk celana, bisa pakai celana Prada atau G2000. masih banyak pilihan merk seperti Jil Sander, Ralph Lauren, Neil Barret, Dolce & Gabbana, Etro Pringle, Gucci, Giorgio Armani, Donatella Versace, Valention, Esprit, atau Alexander McQueen.
Berikut ini tempat-tempat tongkrongan para eksekutif muda yang metroseksual Jakarta :
• Café Cinnabar
• Burgundy (winebar)
• Bugs Café (pondok indah)
• Starbucks (mega kuningan)
• Blowfish (mega kuningan)
• Coffee Bean
• Pasir putih, dll.
Begitulah kehidupan para pria-pria yang menjalani gaya hidup seperti ini, mereka seperti terbelenggu oleh dirinya sendiri karena ingin selalu tampil modis didepan orang, bahkan mereka tidak segan-segan memakai lipgloss bahkan bedak tabir surya. Alamak! Tapi apakah menurut anda kaum Metroseksual bisa disamakan dengan Gay? Menurut saya sih tidak sama, tapi klo sampai pakai lipgloss dan bedak sih perlu dipertanyakan kembali.
Jadi menurut saya, kita be myself sajalah. Berpenampilan yang sewajarnya tidak terlalu berlebih-lebihan. Jangan terlalu mengikuti zaman, karna kalau mengikuti zaman tidak ada habisnya. Mendingan zaman yang mengikuti kita, setuju??





Tidak ada komentar:

Posting Komentar